Lagi-lagi aku mengutitmu
wanita..
Parasmu
mengajak suka
menghimpun luka
Tingkahmu
jadikan ceria
ciptakan duka
Lagi-lagi aku mengikutimu
wanita..
Ku sapa,"apa kabarnya?"
Kau sahut,"baik-baik saja"
Ku tanya,"kita hendak kemana?"
Kau jawab,"melihat indahnya dunia"
Lagi-lagi aku menyertaimu
wanita..
Ku ingin mendekatinya
Coba ramaikan kesendiriannya
Namun apa daya..
Kini dia ada yang punya
Lagi-lagi aku membuntutimu
wanita..
hanya ini yang aku bisa
menulis kata tanpa makna
Seolah percuma
dan kau anggap sia-sia
Lagi-lagi aku dibelakangmu
wanita..
Bukan kau yang berdosa
Tapi akulah yang salah
Kembang merak, 15 maret 2010 | 04.49
kala maskam kumandangkan adzan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Yang mau "ngecret", monggo... salah-benar yang penting tertawa... hehehe