Tampilkan postingan dengan label Penjaga malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penjaga malam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Februari 2011

Sepotong Kenangan

untukmu diam dan senyap...
rantai waktu senantiasa menghantui
tak terkejar dilalap hari
bungkus ingatan nyanyikan sepi

seorang kawan berlalu-lalang
suguhi kisah perihal masa depan
katanya akan indah pada saatnya
peduli usaha hiraukan gagal

ini bukanlah terusan
cari-cari alasan sampingkan beban
biarlah semua (masih) tersimpan
tanpa bosan tiduri pecahan
senyumnya yang seputih awan

Lalu bangun kusebut dia "harapan"

-penjagamalam-
kuturaden, 1 Februari 2011 I 17.30 wib

Jumat, 07 Januari 2011

Sesingkat Pernah

pernah mata ini memandangmu...
namun seringkali ia menyerah
terkadang pasrah...

pernah telinga ini mendengarmu
namun ia selalu luluh
tak jarang sayuh...

getaran-getarapun muncul menantang keberanian
tampilkan kejantanan...

entah apa yang bisa kuatkan
bahwa kau masih dalam ingatan...




karangwuni,16 des 2010 | 03.35

Paradok

Gaduh gemuruh malam sunyi
Berulang kali tandakan derap kaki
Tak tahu apa yang diingini
Diam-diam rasuki alam mimpi

Kiranya hendak menakuti
Perlahan sang hamba menata diri
Lancar melantun ayat suci
Musnahkan pilihan lari
Menabuh paradok riuh sepi
....


kuturaden, 5 april 2010 | 01.14

Mengintip Ibu Pertiwi

Silau mata oleh cahaya
Menghujam deras runtutkan bias
Musnah sudah sekat pekat
Ditelan sunyi bersambut pagi

Dalam amuk birokrasi
Terdengar keras tangis ibu pertiwi
Lucuti diri selaksa dihakimi
Tertawalah mereka pelaku korupsi
Cemari hati menyayat perih


kutu asem, 30 maret 2010 | 03.00

Rintih

Krik krik krik
Gerutu Jangkrik mengikik pelik
Ke' ke' ke'
Teriak Toke' mengeke' cekek

Dibawah sorot sinar bulan mereka adukan
Adanya keserakahan pada hamparan pepohonan
Sedikit tanya mereka lontarkan

"Belumkah cukup hutan kalimantan?"

Sedangkan seorang bocah termangu
Menelisik realitas berhias pembenaran
Bayangkan tua tak temukan rasa aman



Samigaluh, 28 meret 2010 | 01.05

Mesrahnya Malam

lalu lalang sibuknya malam
jam segini keluar kandang
wanita jalang cari peruntungan
jual barang demi uang
rias diri undang yang datang

lalu lalang sibuknya malam
muda mudi tiada sungkan
ketuk hati mengumbar sayang
berdua sunyi bermabuk kepayang
tanpa bayang..

lalu lalang sibuknya malam
pinggir jalan suguhkan angkriang
jajakan jajanan mulai tadi petang
lanjut jualan hiraukan kejang
sejanak helakan nafas panjang

lalu lalang sibukya malam
kini aku turut hilang
dalam lalu lalang sibuknya malam



pinggir selokan mataram, 25 maret 2010 | 01.00

Senandung Misteri

Kemilau hadirkan peluang
Sesekali ia harap punahkan bulan
Namun malu tiada tanding
Bila memutar berpaling

iapun berdiri..
Congkak membangkang
Mengembang nafsu
Bersisa tragedi

Keinginan tak ubahnya impian
Biar hancur lebur
"Bakar,ayo bakar!"
Hiraukan panas menjalar

Dalam kepulan asap sunyi
Kesendirian bukanlah hukuman
Tak ada perang
Kecuali misteri...


Kalasan, 21 maret 2010 | 01.00

Perlebar sabar

Mengikat diri pada pekat malam
tiada salah
tak guna
garang meradang

kini yang kutahu hanya kamuflase
coba dimengerti
menerka satu gerak tipu pembenci

Rayu manis senantiasa kelabui
Tega nan tegap
Sesalkan misteri hari ini
Pasrah pada sosok dalam cermin

sudahlah
Luangkan putih
untuk fajar
esok hari...


Taman Lembah, 20 maret 2010 | 00.55

Menyongsong Tahun*

Tahun ini seperti tahun lalu
Kau dan aku tetap satu ruang
Di rumah kosong berisi tiga orang

Tahun ini seperti tahun lalu
Kau dan aku bergumul pemikiran
Terkadang membosankan

Tahun ini seperti tahun lalu
Kau dan aku tertawakan dunia
Sekaligus mencibirnya di belakang

Apakah tahun ini seperti tahun lalu?
Tatkala kau dan aku tak lagi berpandangan
Karena kita beda tujuan

Masihkah tahun ini seperti tahun lalu?
Jika kau dan aku sama pegang pendirian
Lalu kita ribut dalam pertikaian

Kini saatnya menggunting impian
Meneruskan perjuangan
menatap masa depan
Ya…
Semoga tahun ini tak seperti tahun lalu



Kuturaden, 16 maret 2010 I 13.30

* selamat ulang tahun, kawan

Ziarah Masa Lalu*

Mondar-mandir kaki melangkah
Lirak-lirik tatapan mata
Sedangkan penat terus berjaga
Kita ini sama saja


Coba..
Hilangkan memori masa lalu
Membuangnya
Jangan karena ingin melupakan
Tapi tidakkah kita takut tersiksa?


Kebengisan waku bukanlah pada putaran detik, menit, jam
Pun hari, bulan, tahun tak pernah kejam


Siapakah kita dalam sejarah?
Kalau bukan manusia




Kembang merak, 16 maret 2010 I 03.05

*Teruntuk kawan lama yang mulai tak percaya

Lagi-lagi Wanita

Lagi-lagi aku mengutitmu
wanita..

Parasmu
mengajak suka
menghimpun luka
Tingkahmu
jadikan ceria
ciptakan duka


Lagi-lagi aku mengikutimu
wanita..

Ku sapa,"apa kabarnya?"
Kau sahut,"baik-baik saja"
Ku tanya,"kita hendak kemana?"
Kau jawab,"melihat indahnya dunia"


Lagi-lagi aku menyertaimu
wanita..

Ku ingin mendekatinya
Coba ramaikan kesendiriannya
Namun apa daya..
Kini dia ada yang punya


Lagi-lagi aku membuntutimu
wanita..

hanya ini yang aku bisa
menulis kata tanpa makna
Seolah percuma
dan kau anggap sia-sia


Lagi-lagi aku dibelakangmu
wanita..

Bukan kau yang berdosa
Tapi akulah yang salah



Kembang merak, 15 maret 2010 | 04.49
kala maskam kumandangkan adzan.

'sayang'-sayang

sayang
coba sengaja aku jumpa
kau rasa biasa
tak sedikitpun istimewa

sayang
kau hadirkan tanda tanya
akupun kuliah, sama sepertimu
demi cita-cita...

sayang
tataplah betapa
istiqomah ku semai cinta
meski gila
aku bahagia

sayang
sungguh sayang
kau hanya bayang
melebihi angan
sayang...




Kandang 'gagasan', 11 maret 2010

00.15

Pujanggakah Aku?

Tak menyangka...

jadi pujangga amatlah sibuk bertelur kata

demi cintanya...

ia-pun tak kuasa


kadang begitu hina

tapi tak soal kala api suka bergelora

itulah serangan pertama

seorang wanita....



Yogya, 27 februari 2010
12.48
di kelilingi tembok bercat hijau (kamare danil)

Bukan Bual atau Rayuan

Hari ini kali pertama aku menyapanya

wajar jika terasa menggoda

kaupun mengira aku becanda

tapi apalah daya

nampaknya aku mulai terbiasa

memandang wajahnya...

kau, "gadis berbaju merah"


^_^
Jogja, 26/2/2010
17:00
di kamar seorang kawan (daniel)

Andai "Tuhan" punya Akun

tak pernah kosong "share" ini dengan ratapan
tiada henti pula seutas senyum menghias status
selalu ada waktu, untuk sekedar menyapa dan menghujat
disini, tanpa terkecuali...t
tiap anak manusia bebas menelurkan kata, perasaan, gagasan
mengumpat, memuji, mendukung, membenci, mencinta, dan semua ungkapan-ungkapan peristiwa dunianya...

andai Tuhan punya facebook
dan dunia kini telah terbelah...


kampus, 131109
15.00

Sang hantu absurd

muak aku pada berhala-cantik
dirinya kini jadi sesembahan
terus...
mewarkan awang di keluasan penalaran...

seringkali kutantang
harapan heroik masa depan
mengalir kubuang semua...

kau..
Bukanlah penawar
kau..
Bukanlah penguat
kaulah..
Asal represi bagi keperkasaan logika
kaulah..
Penandus kehendak itu...

karena kau..
sang hantu absurd


mlangi,190809
22.45

Silau Wanita

wanita-wanita itu...
dalam sekejap...
sekujur tubuhnya menerobos kedua pintu mataku...
cukup lama ia terima jamuan...
matapun mengantarkannya ke showroom otakku...
sembari tetap menatap...
para petugas syarafku mulai merekam sisi erotis wanita-ku...
hingga tak segan melumpuhkan sebagian data rasional-ku...

oh...
wanita-wanita itu...
semakin asyik kau bangun istana dalam logika-ku...
bahkan kaupun tak malu menggali jublang kotoranmu...
semua ada di akal ku...

oh...
wanita-wanita itu...
belum puas kau ributkan ruang berpikirku...
kau malah memaksa...
menerobos pagar paru-paruku...
menggempur jantungku...
dan...
menelusup dalam hatiku...

oh wanita-wanita itu...
tega nian kau kobarkan anarki pada kerajaan 'subjek'-ku...
merusak siklus pertumbuhanku...
serta membunuh keyakinanku...

oh wanita-wanita itu...
salahkah sang pionir yang membiarkan kau bertamu dari awal ???
atau mungkin kau...
sang patrner kesuksesanku...
kelak...


Mlangi-200709 03.15 WIB