muak aku pada berhala-cantik
dirinya kini jadi sesembahan
terus...
mewarkan awang di keluasan penalaran...
seringkali kutantang
harapan heroik masa depan
mengalir kubuang semua...
kau..
Bukanlah penawar
kau..
Bukanlah penguat
kaulah..
Asal represi bagi keperkasaan logika
kaulah..
Penandus kehendak itu...
karena kau..
sang hantu absurd
mlangi,190809
22.45
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Yang mau "ngecret", monggo... salah-benar yang penting tertawa... hehehe