Jumat, 07 Januari 2011
Lawakan Politik Wakil Kita? (bagian 3)
"Pembelahan diri sang buaya"
Sebelumnya, Susno Duaji, Kepala Bagian Resort Kriminal Polisi Republik Indonesia (Kabareskrim Polri) merupakan orang yang disebut-sebut terlibat dalam skandal Bank Century. Dugaan tersebut lantas membuat ia dicopot dari jabatannya. Namun, baru-baru ini namanya kembali tenar. Bukan sebagai public enemy, melainkan tampil dengan jiwa ‘kepahlawanan’. Sampai saat ini, belum diketahui apa yang melatar belakangi Susno cuap-cuap di media massa tentang kebobrokan intitusi yang memecatnya.
Bahkan, ia juga menyebut beberapa nama guna membuktikan keseriusannya untuk menjadi superhero. Tak tanggung-tanggung, dengan berani ia buka adanya markusatau cakar(Calo Perkara-SBY lebih suka menyebutnya-red) dalam lembaga penegak hukum.
Menurut Susno, skenario markus dalam tubuh Polri melibatkan salah satu lembaga penampung keuangan Negara, yakni: Direktorat Jenderal Perpajakan. Nominal yang ditilep mencapai milyaran rupiah. Saya coba memabayangkan, jika beberapa hari lalu televisi dan koran-koran nasional sering menyebut pertikaian antara KPK dengan Polri ibarat ‘Cicak vs Buaya’. Maka kali ini saya menyebut pengakuan Susno pada publik sebagai upaya pembelahan diri sang buaya.
Mengapa demikian?
Pertama, karena jabatan sebelumnya adalah Kabareskrim, Susno memegang peranan penting dalam penumpasan kasus kriminal. Bisa jadi ia tahu banyak adanya korupsi yang melanda negeri ini, termasuk kasus century, Dirjen Perpajakan, dan lain-lain.
Berawal dari banyaknya pengetahuan Susno, mungkin saja ada pihak-pihak yang merasa terancam, termasuk beberapa oknum polri tentunya. Hingga lebih baik ia ‘diusir’ dengan dalih untuk pemurnian citra Polri.
Kedua, pemberhentian terhadap Susno, bisa jadi menimbulkan sakit hati pada yang bersangkutan. Oleh sebab itu, ia memilih untuk mencaplokrekan-rekan supaya bisa menemaninya seandainya ia dibui jika nanyinya terbukti terlibat dalam skandal century.
Nah, kalau sudah demikian, tak hanya cicakyang mampu memotong ekor saat menghadapi situasi terjepit (KPK sepeninggal Antasari Azhar). Tampaknya buayamulai melakukan trik serupa guna meloloskan diri dari terkaman predator. Bahkan bukan ekor yang dipotong, melainkan tangan kiri atau kanannya.
Kuturaden, 30 Maret 2010 I 21.45
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Yang mau "ngecret", monggo... salah-benar yang penting tertawa... hehehe